Bumi Dewata ini memang hidup,
Siang, sore dan malamnya hingar,
Dialuni hiruk pikuk manusia,
Masing-masing punya agenda sendiri,
Ada yang berpeleseran,
Ada yang hanyut,
Ada juga sekadar senyum.
Dhomir itu kaget,
Mencerna beda budaya,
Mencerap alam,
Menerobos jiwa,
Meski ia sendiri alpa dan keliru,
Apakah ini yang dicarinya?
Apakah?
Naji Mahat
Bali 8 Oktober 2018, 8.32 malam.
11 Oct 2018
6 Sept 2018
PERGINYA SANG MENTARI DI UFUK LAUTAN INDIA
Sekujur tubuh itu berdiri,
merenung perginya sang mentari di ufuk barat,
bersamanya desiran ombak Laut India,
diselangi hembusan bayu yang menyamankan,
dia menghela nafas kelesuan.
Disebalik kelesuan yang memagut jerih tubuhnya,
dia bersyukur dan senang sekali,
kerana kembaranya ke kepulauan ini berhasil,
menumbuhkan cerna ilmu dan citra yang baik,
memanafaatkan mereka di sini,
sekurang-kurangnya itu yang dia percaya, insyaAllah.
Hari ini dia kembali meneruskan langkahnya,
meninggalkan mereka, barangkali buat seketika,
kembali ke tempat asalnya,
dan dalam melangkah dia sempat menoleh ke 'syurga' itu,
hembusan bayu dan keindahan bumi itu akan dirinduinya,
sesungguhnya Allah itu indah, begitu jua ciptaanNya,
tubuh itu bersyukur dan terus melangkah.
Naji A. Mahat
3.08 pagi
Paradise Island, Maldives
merenung perginya sang mentari di ufuk barat,
bersamanya desiran ombak Laut India,
diselangi hembusan bayu yang menyamankan,
dia menghela nafas kelesuan.
Disebalik kelesuan yang memagut jerih tubuhnya,
dia bersyukur dan senang sekali,
kerana kembaranya ke kepulauan ini berhasil,
menumbuhkan cerna ilmu dan citra yang baik,
memanafaatkan mereka di sini,
sekurang-kurangnya itu yang dia percaya, insyaAllah.
Hari ini dia kembali meneruskan langkahnya,
meninggalkan mereka, barangkali buat seketika,
kembali ke tempat asalnya,
dan dalam melangkah dia sempat menoleh ke 'syurga' itu,
hembusan bayu dan keindahan bumi itu akan dirinduinya,
sesungguhnya Allah itu indah, begitu jua ciptaanNya,
tubuh itu bersyukur dan terus melangkah.
Naji A. Mahat
3.08 pagi
Paradise Island, Maldives
9 Feb 2018
DINIHARI ITU
Pada saat sang mergastua masih enak beradu,
Dedaun pula tunduk malu dialun nafas alam,
Sang rembulan pula menguap lesu,
Sekujur tubuh dipeluk dingin pagi,
Bertafakur sebelum dirinya melangkah pergi,
Perjalanan yang jauh jaraknya, entah kembali.
Hadirnya di bumi Jawa ini seketika cuma,
Berkongsi ilmunya yang masih sederhana,
Dengan pria dan juga perempuan,
Yang dahagakan sirna dan cakna dirinya,
Meski usianya muda berbanding mereka.
Dia keliru andainya perkongsiannya bermakna,
Andai pelita kecilnya memadai,
Andai bekas langkahnya akan dirindui,
Andai usahanya diredhai.
Dinihari ini,
Perjalanan jauhnya tidak bisa tertangguh lagi,
Langkah ilmunya untuk mereka berhenti di sini,
Semoga curahan itu diamali dan didasari,
Bersama bibit manusiawi.
Teruskan pak!
Hidup ini tiada yang pasti.
Naji Mahat
31 Januari 2018, 1.51 pagi
Semarang, Indonesia
Dedaun pula tunduk malu dialun nafas alam,
Sang rembulan pula menguap lesu,
Sekujur tubuh dipeluk dingin pagi,
Bertafakur sebelum dirinya melangkah pergi,
Perjalanan yang jauh jaraknya, entah kembali.
Hadirnya di bumi Jawa ini seketika cuma,
Berkongsi ilmunya yang masih sederhana,
Dengan pria dan juga perempuan,
Yang dahagakan sirna dan cakna dirinya,
Meski usianya muda berbanding mereka.
Dia keliru andainya perkongsiannya bermakna,
Andai pelita kecilnya memadai,
Andai bekas langkahnya akan dirindui,
Andai usahanya diredhai.
Dinihari ini,
Perjalanan jauhnya tidak bisa tertangguh lagi,
Langkah ilmunya untuk mereka berhenti di sini,
Semoga curahan itu diamali dan didasari,
Bersama bibit manusiawi.
Teruskan pak!
Hidup ini tiada yang pasti.
Naji Mahat
31 Januari 2018, 1.51 pagi
Semarang, Indonesia
QURAN BURUK ITU...
Naskah usang itu dahulunya indah,
dahulunya diselidiki,
dahulunya dirujuki,
persis putaka samudera.
Kini, naskah itu telah dimamah zaman,
Unsurnya tidak lagi utuh,
lembarnya juga koyak,
bak perca tidak terendahkan.
Tempatnya kini layaknya di para,
diguna tidak, dibuang sayang,
tinggal meniti hari-hari akhirnya,
yang entah bila kunjung tibanya,
itulah rasmi alam,
tibanya gading,
pandai-pandailah rotan memahaminya.
Naji Mahat
8 Februari 2018, 11.57 pagi
SUNWAY University
dahulunya diselidiki,
dahulunya dirujuki,
persis putaka samudera.
Kini, naskah itu telah dimamah zaman,
Unsurnya tidak lagi utuh,
lembarnya juga koyak,
bak perca tidak terendahkan.
Tempatnya kini layaknya di para,
diguna tidak, dibuang sayang,
tinggal meniti hari-hari akhirnya,
yang entah bila kunjung tibanya,
itulah rasmi alam,
tibanya gading,
pandai-pandailah rotan memahaminya.
Naji Mahat
8 Februari 2018, 11.57 pagi
SUNWAY University
21 Dec 2017
KETUKAN PINTU YANG DIRINDUKAN
Hampir lima musim sudah pengembala itu,
berkelana di hamparan baharu,
lari daripada bibit-bibit indah juga pilu,
semakin kuat ia berlari,
semakin tebal jua bibit-bibit itu berbekas.
Suatu memori yang disantuni lipatan sejarah,
sesuatu yang malar kekal bersamanya,
meski ke mana pun ia berpergian.
Malam ini kenangan itu kembali menjengah,
Menggetarkan kalbunya yang longlai,
tangisan di pipinya tidak bisa mungkin,
berupaya membasuh titik hitam yang satu itu.
Pengembala itu kerinduan.
Masihkah ada tempat untuknya,
dalam kalangan dhomir-dhomir suci itu?
Naji Mahat
21 Disember 2017, 11.27 pagi.
berkelana di hamparan baharu,
lari daripada bibit-bibit indah juga pilu,
semakin kuat ia berlari,
semakin tebal jua bibit-bibit itu berbekas.
Suatu memori yang disantuni lipatan sejarah,
sesuatu yang malar kekal bersamanya,
meski ke mana pun ia berpergian.
Malam ini kenangan itu kembali menjengah,
Menggetarkan kalbunya yang longlai,
tangisan di pipinya tidak bisa mungkin,
berupaya membasuh titik hitam yang satu itu.
Pengembala itu kerinduan.
Masihkah ada tempat untuknya,
dalam kalangan dhomir-dhomir suci itu?
Naji Mahat
21 Disember 2017, 11.27 pagi.
15 Jun 2017
Apa yang tersisa?
Waktu itu hening dan mentari mula diselimuti,
Beberapa detik sebelum laungan suci,
Sang Izrail singgah bagi melunaskan tugas diri,
Diregutnya jiwa itu lalu pergi,
Pergi membawa dirinya jauh
Yang tiada mungkin ditemu jalan kembali.
Terkujurlah tubuh kaku dan dingin itu,
Tidak berdaya walau apa pun,
Putuslah segalanya,
Hanya menunggu utk tubuhnya diurusi,
Hebat wataknya, garang amarahnya tiada lagi,
Tutur kata tidak lagi membawa erti,
Tinggallah waris meratapi.
Kala itu dirasakan diri disayangi.
Namun itu fatamorgana,
Setelah tangis pilu itu reda,
Bercakaranlah mereka,
Hilang sudah ingatan dan doa.,
Apa lagi yang tersisa?
Beberapa detik sebelum laungan suci,
Sang Izrail singgah bagi melunaskan tugas diri,
Diregutnya jiwa itu lalu pergi,
Pergi membawa dirinya jauh
Yang tiada mungkin ditemu jalan kembali.
Terkujurlah tubuh kaku dan dingin itu,
Tidak berdaya walau apa pun,
Putuslah segalanya,
Hanya menunggu utk tubuhnya diurusi,
Hebat wataknya, garang amarahnya tiada lagi,
Tutur kata tidak lagi membawa erti,
Tinggallah waris meratapi.
Kala itu dirasakan diri disayangi.
Namun itu fatamorgana,
Setelah tangis pilu itu reda,
Bercakaranlah mereka,
Hilang sudah ingatan dan doa.,
Apa lagi yang tersisa?
21 Dec 2016
Lelaki itu lesu...
Langkah kakinya terhenti,
Seraya menoleh ia ke belakang,
Mengimbau jauhnya perjalanan berliku,
Yang telah ditempuhinya,
Dalam meniti tinta dan coret ilahi,
Yang kian tiba ke penghujungnya.
Nafas berat yang dihela,
Menari bersama jerih kudrat yang tersisa,
Kelesuan yang menggigit jasmaninya,
Namun sanubarinya girang,
Mengenangkan jiwa-jiwa,
Yang pernah dituntuninya,
Dalam meniti alur kebijaksanaan,
Obor pedoman yang berpanjangan,
Dalam mendepani denai hidup
Yang kejam membadai.
Yang kejam membadai.
Hatinya berharap dan berdoa,
Agar jiwa-jiwa yang dilenturnya itu,
Kekal utuh dan jitu,
Serta berterusan membakar,
Agar kelak ada jiwa-jiwa lain,
Yang bisa mereka pula bajai,
Menjadi amalnya yang berterusan.
Aku pula sebagai jiwa,
Yang pernah disantuninya,
Yang pernah disantuninya,
Merafak doa kepada yang Maha Perkasa,
Agar insan yang kelelahan itu,
Direstui, diberkati dan diganjari amalnya,
Membekali perjalanan akhir dirinya,
Untuk bertemu Sang Maha Perkasa.
Membekali perjalanan akhir dirinya,
Untuk bertemu Sang Maha Perkasa.
Terima kasih....
Itu sahaja yang bisa kuucap,
atas jasamu, cikgu....
Semoga Allah meredhaimu, amin.
Itu sahaja yang bisa kuucap,
atas jasamu, cikgu....
Semoga Allah meredhaimu, amin.
Nukilan Naji Mahat
21 Disember 2016, 3.50 pagi.
26 Jul 2016
HUJAH BAGI TUNTUTAN HARTA SEPENCARIAN DAN BATAS UNDANG-UNDANG SYARIAH MENGENAINYA.
MAKSUD
HARTA SEPENCARIAN
Harta
sepencarian ialah harta yang dikumpulkan bersama oleh pasangan suami isteri
sama ada secara langsung ataupun tidak langsung dalam tempoh perkahwinan
berkuat kuasa mengikut kadar dan syarat-syarat yang ditentukan oleh Hukum
Syarak.
MAKSUD
HARTA PUSAKA
Harta
pusaka ialah segala harta peninggalan Simati yang meliputi harta alih dan harta
tak alih setelah ditolak segala hutang dan kewajipan yang perlu diberikan
kepada pihak-pihak yang berhak menurut undang-undang. § Apa yang dapat kita
fahami mengikut maksud di atas ialah harta sepencarian adalah harta yang boleh
dituntut oleh waris sebelum pembahagian harta pusaka dilaksanakan dan ianya
terkeluar daripada menjadi harta pusaka si mati.
DALIL
SYARAK Allah subhanahu wa taala berfirman :
ÙÙۧ
ŰȘŰȘÙ
ÙÙۧ Ù
ۧ ÙŰ¶Ù Ű§ÙÙÙ ŰšÙ ŰšŰč۶ÙÙ
ŰčÙÙ ŰšŰč۶ ÙÙŰ±ŰŹŰ§Ù ÙŰ”ÙŰš Ù
Ù
ۧ ۧÙŰȘ۳ۚÙۧ ÙÙÙÙ۳ۧۥ ÙŰ”ÙŰš Ù
Ù
ۧ
ۧÙŰȘŰłŰšÙ Ù۳ۊÙÙۧ ۧÙÙÙ Ù
Ù Ù۶ÙÙ Ű„Ù Ű§ÙÙÙ ÙŰ§Ù ŰšÙÙ ŰŽÙŰĄ ŰčÙÙÙ
ۧ
Maksudnya
: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada
sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang
laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita
(pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian
dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Surah an-nisa' ayat 32 .
BENTUK
HARTA SEPENCARIAN
Perkara
yang diambil kira dalam menentukan harta sepencarian yang diperoleh dalam masa
perkahwinan dinilai dari dua perkara iaitu :-
(a)
SUMBANGAN SECARA LANGSUNG (SECARA FIZIKAL) -
Sumbangan
secara langsung bermaksud pihak-pihak kepada perkahwinan itu telah sama-sama
memberikan sumbangan mereka dalam memperoleh aset dan harta berkenaan.Pasangan
ini sama-sama mengeluarkan modal dan wang bagi membeli aset danharta berkenaan.
- Sebagai contohnya, pasangan suami isteri mempunyai kerjaya masing-masing,
telah sama-sama membeli aset dan harta berkenaan secara ansuran yang pihak
suami telah membuat bayaran pendahuluan dan pihak isteri pula membuat bayaran
ansuran bulanan. Mereka berkongsi bersama-sama dan memberi sumbangan wang,
modal dan sebagainya secara langsung daripada pendapatan mereka bersama.
(b)
SUMBANGAN SECARA TIDAK LANGSUNG ( SECARA MORAL) –
Sumbangan
tidak langsung bermaksud suatu sumbangan yang bukan berbentuk wang atau benda
tetapi mendatangkan dan menghasilkan harta atau aset tertentu. Sumbangan ini,
sama ada melalui idea, dorongan, nasihat, memberi semangat, menjaga keselesaan,
menimbulkan ketenteraman dan sebagainya kepada pasangan satu lagi yang berusaha
secara langsung dan berjaya mendapatkan harta dan aset itu. - Sebagai
contohnya, pihak suami bekerja dan berpendapatan tetap bulanan telah dapat
membeli beberapa aset dan harta secara bayaran ansuran manakala pihak isteri
tidak bekerja tetap tetapi memberikan sumbangan dengan menjaga keluarga,
membina rumah tangga, memelihara anak-anak dan menunaikan tanggungjawab
perkahwinan mereka sehinggakan pasangan ini telah berjaya memiliki aset dan
harta tersebut dalam tempoh perkahwinan mereka. Walaupun pihak isteri tidak
memberikan sumbangan modal dan wang dalam memiliki aset dan harta, pihak isteri
ini dianggap telah memberikan sumbangan secara tidak langsung terhadap
pemilikan aset dan harta tersebut.
BILA DAN
SIAPA YANG BERHAK MENUNTUT HARTA SEPENCARIAN
Tuntutan
harta sepencarian boleh dibuat kepada Mahkamah Tinggi Syariah oleh suami atau
isteri atau ahli waris – (a) semasa tuntutan poligami; (b) selepas perceraian;
atau (c) selepas kematian pihak suami atau isteri .
AKTA
UNDANG-UNDANG BERKAITAN DENGAN HARTA SEPENCARIAN
Akta yang
diguna pakai dalam menentukan harta sepencarian seseorang ialah :-
1) AKTA
UNDANG-UNDANG KELUARGA ISLAM (WILAYAH-WILAYAH PERSEKUTUAN) 1984
2)
ENAKMEN UNDANG-UNDANG KELUARGAA ISLAM (NEGERI SELANGOR) 2003 DAN KAEDAH-KAEDAH
KUASA MAKHAMAH DALAM PEMBAHAGIAN HARTA SEPENCARIAN
Makhamah
adalah mempunyai kuasa , apabila talak dilafazkan atau apabila suatu perintah
penceraian dibuat ,apa-apa harta yang diperoleh oleh suami isteri dalam masa
perkahwinan dengan usaha bersama dibahagiakan antara mereka atau dijual dan
hasil jualan itu dibahagi antara mereka. Kadar pembahagian harta sepencarian
adalah berdasarkan takat sumbangan yang diberikan oleh satu-satu pihak itu dan
ia juga akan ditentukan oleh mahkamah berdasarkan faktor yang berikut:- (a)
takat sumbangan yang dibuat oleh tiap-tiap pihak dalam bentuk wang, harta atau
kerja dalam memperoleh aset tersebut; (b) apa-apa hutang yang terhutang oleh
salah satu pihak yang telah dilakukan bagi manfaat kebaikan mereka bersama
(usaha bersama sahaja); (c) keperluan anak-anak yang belum dewasa dalam
perkahwinan itu, jika ada; dan tertakluk kepada factor tersebut ,makahamah
hendaklah membuat pembahagian yang sama banyak.
Menurut
seksyen 58 / seksyen 122 rujukan mengenai asset yang diperoleh dalam masa
perkahwinan termasuklah asset yang dipunyai oleh satu pihak sebelum perkahwinan
itu yang telah dimajukan pada sebahagian besarnya dalam masa perkahwinan itu
oleh pihak yang satu lagi itu atau dengan usaha bersama mereka. Manakala dalam
fatwa Negeri Selangor (Mesyuarat Jawatankuasa Fatwa Negeri Selangor Kali
Ke-2/2005 bertarikh 24 Mac 2005) mengenai Harta Sepencarian Selepas Kematian
Salah Satu Pihak Dalam Perkahwinan Di Negeri Selangor telah membuat keputusan
seperti berikut: Harta sepencarian selepas kematian salah satu pihak dalam
perkahwinan di Negeri Selangor boleh dibahagikan kepada suami atau isteri
sebelum difaraidkan termasuk setelah dilepaskan tanggungan si mati. Pembahagian
harta sepencarian tersebut hendaklah diberikan mengikut takat sumbangan sama
ada secara langsung atau tidak langsung dari kedua-dua belah pihak .
Persetujuan pembahagian hendaklah dibuat melalui perintah mahkamah.
HIKMAH
HARTA SEPENCARIAN
Antara
hikmah wujudnya harta sepencarian adalah seperti berikut :- ·
1)
Menggalakkan suami isteri berusaha bersama-sama dalam memikul tanggungjawab
rumah tangga dan tidak hanya meletakkan beban tugas kepada satu pihak sahaja. ·
2)
Menggalakkan budaya ta'awun , takaful, tadhiyah antara suami isteri serta dapat
meningkatkan pendapatan isi rumah. · Memberikan keadilan kepada suami isteri
agar dapat memiliki bahagian harta yang diperoleh hasil titik peluh mereka
mengurudkan rumah tangga sekiranya berlaku penceraian,poligami mahupun
kematian. ·
3)
Membantu suami isteri membina kehidupan baru selepas berlakunya penceraiana
dengan berbekalkan harta sepencarian yang mereka miliki. ·
4)
Memberikan hak bahagian yang sepatutnya kepada suami isteri atas usahasama yang
dilakukan oleh kedua-dua belah pihak.
KESIMPULAN
Pengisytiharaan
harta sepencarian tidak berlawanan dengan syarak.Maka Islam menerima harta
sepencarian sebagai sebahagian daripada undang-undang Islam setempat khususnya
di Malaysia. Keperluan pengisytiharaan harta sepencarian perlu dibuat oleh
pasangan (suami dan isteri) dengan cara menulis Surat Pengisytiharaan Harta
Sepencarian . Kerana dengan adanya surat ini,ia akan memudahkan proses
pengurusan harta pusaka kelak.Serta bahagian yang sepatutnya diperoleh oleh
suami isteri dapat diberikan secara betul dan telus .
RUJUKAN
i.
Buku
" Urus Harta Sebelum Mati " – Md Ghazali Ibrahim
ii.
Enakmen
Undang-undang Keluarga Islam (Negeri Selangor) 2003 & Kaedah-kaedah "
–--Lembaga Penyelidikan Undang-undang
24 Jul 2016
MOOT COURT AND EXPERT TESTIMONY AS REQUIREMENT FOR MSC (FORENSIC SCIENCE) AT UNIVERSITI TEKNOLOGI MALAYSIA
Every UTM MSc (Forensic Science) student is required to appear and testify in a moot court for graduating. The students are given a mock case to investigate during the first semester of candidature, and they will play their roles as CSI team leader, Investigating officer (IO) as well as forensic experts. Upon analyzing all evidence, they are expected to produce several reports namely CSI's, IO's and Chemist's reports.
During the moot court session, students will testify, according to assigned individual roles.Once again, the moot court session is conducted with the help of Polis Diraja Malaysia (PDRM). These are several photographs during the mock crime scene and moot court session:
During the moot court session, students will testify, according to assigned individual roles.Once again, the moot court session is conducted with the help of Polis Diraja Malaysia (PDRM). These are several photographs during the mock crime scene and moot court session:
LEARNING ABOUT CRIME SCENE INVESTIGATION AT UNIVERSITI TEKNOLOGI MALAYSIA
One of the most important parts in Forensic Science is crime scene investigation (CSI). These are several photographs depicting CSI training conducted as a part of our MSc (Forensic Science) Programme in collaboration with Polis Diraja Malaysia.
Subscribe to:
Posts (Atom)











