21 Dec 2017

KETUKAN PINTU YANG DIRINDUKAN

Hampir lima musim sudah pengembala itu, 
berkelana di hamparan baharu,
lari daripada bibit-bibit indah juga pilu,
semakin kuat ia berlari,
semakin tebal jua bibit-bibit itu berbekas.

Suatu memori yang disantuni lipatan sejarah,
sesuatu yang malar kekal bersamanya,
meski ke mana pun ia berpergian.

Malam ini kenangan itu kembali menjengah,
Menggetarkan kalbunya yang longlai,
tangisan di pipinya tidak bisa mungkin,
berupaya membasuh titik hitam yang satu itu.

Pengembala itu kerinduan.
Masihkah ada tempat untuknya, 
dalam kalangan dhomir-dhomir suci itu?

Naji Mahat
21 Disember 2017, 11.27 pagi.

No comments:

Post a Comment